Conflict Prevention, Peace building and Mediation

Akselerasi Pencapaian TPB di Daerah pada masa Pandemi COVID-19

Jakarta, 26/11/2020 - 17:14, UNIQUE ID: 201126_76
Press releases

Perwakilan Kementerian, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pemerintah Daerah dan DPRD, akademisi dan organisasi masyarakat sipil membahas implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam konteks COVID-19 dan bagaimana percepataan pencapaian target TPB di tingkat lokal.

Akselerasi Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Daerah pada masa Pandemi COVID-19

 

Perwakilan Kementerian, Pemerintah Daerah, Asosiasi Pemerintah Daerah dan DPRD, akademisi dan organisasi masyarakat sipil membahas implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam konteks COVID-19 dan bagaimana percepataan pencapaian target TPB di tingkat lokal. Forum diskusi online bertajuk “Penyesuaian Strategi dan Kebijakan dalam Upaya Akselerasi Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Daerah pada masa Pandemi COVID-19” dilaksanakan oleh proyek yang didanai Uni Eropa “LOCALISE SDGs: Leadership, Ownership, and Capacities for Agenda 2030 Local Implementation and Stakeholders Empowerment”. Proyek ini dilaksanakan oleh United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC) bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Indonesia (APEKSI).

Pandemi COVID-19 berdampak signifikan pada sektor pembangunan di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini mempengaruhi pencapaian 17 target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di tingkat nasional dan daerah. Pemerintah Indonesia terus melakukan langkah antisipatif untuk mengatasi dampak terhadap sejumlah target TPB, seperti dijelaskan oleh Dr Arifin Rudiyanto selaku Ketua Tim Pelaksana TPB Nasional, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. “Dampak terhadap Pilar Pembangunan Sosial, TPB 1 Tanpa Kemiskinan, misalnya, pendapatan kelompok rentan dan miskin menurun dan kelompok menengah sangat rentan untuk jatuh ke bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Selain angka kemiskinan yang meningkat, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga berdampak pada beberapa aspek, seperti terganggunya logistik penyediaan dan distribusi pangan, hambatan untuk mengakses layanan kesehatan, dan pergeseran dramatis ke pembelajaran online meningkatkan ketidaksetaraan dalam akses pendidikan karena tidak semua siswa memiliki akses ke internet yang andal. Selain itu, perempuan dan anak juga rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam kata sambutannya, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket menegaskan kembali komitmen Uni Eropa untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan Agenda 2030 yang bertujuan untuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan bagi semua. “Di masa pandemi COVID-19 ini,  kita harus bekerja lebih keras untuk mencapai TPB. Kita harus membuat ekonomi kita, masyarakat kita, dan warga negara kita lebih kuat dan lebih siap untuk menghadapi krisis di masa mendatang. Pencapaian TPB menjamin hal tersebut. Pemerintah daerah adalah pemain kunci dalam pencapaian TPB di Indonesia dan juga di Eropa. Di tingkat daerah kita bisa menghasilkan yang terbaik dan yang secara langsung paling bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

H. Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) hadir untuk memaparkan praktik baik Provinsi DKI Jakarta dalam melaksanakan TPB di tengah pandemi COVID-19. Sebagai Co-President UCLG ASPAC, ia mengatakan, “Kolaborasi multi-pihak adalah kekuatan besar dalam upaya pencapaian 17 target TPB, yang secara nyata terlihat dari kerja-kerja yang kami lakukan.”

Robert Na Endi Jaweng selaku Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD)  memaparkan hasil penelitian yang dilakukan oleh proyek LOCALISE SDGs tentang penyesuaian anggaran daerah untuk mendukung pencapaian TPB.

Diskusi dimoderasi oleh Dr Megandaru W. Kawuryan selaku Direktur Eksekutif APPSI dan Sri Indah Wibi Nastiti selaku Direktur Eksekutif APEKSI.

Di akhir acara, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Dr Bernadia Tjandradewi mengatakan bahwa kebijakan yang efektif harus terbuka terhadap penyesuaian. “Agar target TPB dapat tercapai di masa pandemi COVID-19, UCLG ASPAC sebagai Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik merasa kebijakan pelaksanaan TPB di daerah perlu ditingkatkan. Ini kesempatan yang baik untuk melakukan revisi dan penyesuaian agar dalam pelaksaan TPB benar-benar tidak ada satupun yang tertinggal atau no one is left behind,” ujarnya.

 

********

Tentang UNI EROPA

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

http://eeas.europa.eu/indonesia

Tentang LOCALISE SDGs

LOCALISE SDGs adalah sebuah program yang dilaksanakan oleh UCLG ASPAC bekerja sama dengan APEKSI yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan asosiasinya dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di 16 provinsi dan 14 kota di Indonesia, sekaligus berjejaring dengan pemerintah daerah di dalam maupun luar negeri dan aktor pembangunan lainnya. LOCALISE SDGs turut melibatkan asosiasi pemerintah daerah dan DPRD, dan didukung oleh bantuan hibah dari Uni Eropa.

www.localisesdgs-indonesia.org

Tentang UCLG ASPAC

UCLG merupakan asosiasi kota dan pemda tingkat dunia yang didirikan pada tanggal 1 Januari 2004, berkantor di Barcelona, Spanyol. UCLG adalah satu-satunya organisasi pemerintah daerah yang diakui oleh PBB. UCLG merupakan gabungan atas IULA, UTO (United Towns Organisation/Serikat Organisasi Perkotaan), serta METROPOLIS (World Association of the Major Metropolises atau Asosiasi Dunia untuk Ibukota). UCLG mempunyai jaringan lebih dari 250,000 kota dan daerah.

UCLG ASPAC merupakan divisi regional dari UCLG untuk kawasan Asia Pasifik. Bermarkas di Jakarta, UCLG ASPAC menjadi bagian wilayah UCLG terbesar dengan jaringan melebihi 10, 000 pemerintahan daerah, mewakili sekitar 4,5 miliar penduduk – lebih dari separuh populasi dunia – dan menyatukan negara-negara dengan perkembangan yang sangat pesat, seperti Republik Rakyat Tiongkok, India, dan Indonesia.

UCLG ASPAC adalah pusat manajemen pengetahuan utama tentang isu pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik. UCLG mempromosikan pemerintah daerah yang demokratis, mendukung kerjasama antara kota, pemerintah daerah dan asosiasi mereka, serta memfasilitasi program, jaringan, dan kemitraan untuk mengembangkan kapasitas pemerintah dan asosiasi pemerintah daerah. Kegiatan UCLG ASPAC mencakup kerjasama desentralisasi (pertukaran kota/pemerintah daerah ke kota/pemerintah daerah), adovikasi, peningkatan kapasitas dan pelatihan, penelitian, dan pengembangan proyek.

www.uclg-aspac.org 

Tentang APEKSI

APEKSI adalah asosiasi yang beranggotakan 98 pemerintah kota yang bertujuan membantu anggotanya dalam melaksanakan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembentukan kerjasama antar pemerintah daerah. Sejalan dengan semangat desentralisasi dan demokrasi, APEKSI telah membantu anggotanya untuk mencapai kesejahteraan sosial yang lebih baik melalui demokrasi, partisipasi masyarakat, keadilan dan akses yang sama untuk keragaman dan potensi setempat.

www.apeksi.net

 

 

Languages:
Bagian Editorial: