New Caledonia

Uni Eropa-Indonesia tegaskan kembali komitmen pengembangan kapasitas dan pertumbuhan Ekonomi Hijau

Jakarta, 17/09/2020 - 10:00, UNIQUE ID: 200917_1
Press releases

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersama Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket meluncurkan EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9).

Uni Eropa-Indonesia tegaskan kembali komitmen pengembangan kapasitas dan pertumbuhan Ekonomi Hijau

 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersama Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Bapak Vincent Piket meluncurkan EU-Indonesia Cooperation Publication 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis (17/9). Merangkum upaya memajukan pembangunan berkelanjutan hingga mitigasi efek perubahan iklim, publikasi ini turut menyoroti berbagai pencapaian program-program pembangunan di Indonesia yang didukung Uni Eropa serta para negara-negara anggotanya.

Dengan kemitraan yang berlangsung selama lebih dari 40 tahun, Uni Eropa dan Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam menangani prioritas bersama dan tantangan global, termasuk mengatasi krisis kesehatan saat ini dan mengatasi perubahan iklim. Kerja sama Uni Eropa dan Indonesia mendukung pertumbuhan ekonomi, sistem kesehatan, pendidikan, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan. Di semua bidang ini, proyek kerja sama bertujuan untuk bertukar pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun kapasitas, yang tercermin dalam tema publikasi tahun ini, "Membangun Kapasitas untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau".

“Kami sadar bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 menghadapi banyak tantangan, terutama dalam hal memastikan upaya pemulihan ekonomi sejalan dengan pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan adalah salah satu prioritas pembangunan yang implementasinya menjadi target semua sektor. Kami yakin, upaya mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas hanya dapat dicapai jika di waktu yang sama, kita juga melakukan upaya pelestarian lingkungan,” ujar Menteri Suharso melalui konferensi video.

Menanggapi tantangan kesehatan global, Uni Eropa dan negara anggotanya baru-baru ini meluncurkan paket “Tim Eropa” untuk mendukung respons Indonesia terhadap pandemi virus corona. Total 200 juta euro atau setara dengan Rp 3,4 triliun telah dialokasikan untuk memasok alat pelindung, bekerja dengan masyarakat sipil dan kelompok rentan, dan investasi untuk memperkuat sektor kesehatan. Ke depan, kerja sama dengan Indonesia akan mencakup metode inovatif untuk mendanai transisi hijau, pembangunan perkotaan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Pandemi virus corona adalah guncangan sosial dan ekonomi secara tiba-tiba dan terbesar dari generasi kita, yang memengaruhi semua masyarakat secara global. Sebagai “Tim Eropa”, Uni Eropa dan negara anggotanya bertekad untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi krisis. Melalui upaya bersama, kita dapat mengatasi krisis kesehatan dan memastikan pemulihan yang hijau dan berkelanjutan,” ujar Bapak Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

Pencapaian terbaru kerja sama Uni Eropa-Indonesia pada 2019 antara lain:

  • ARISE Plus - Indonesia: program bantuan terkait perdagangan baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mendorong penciptaan lapangan kerja, dan berkontribusi pada daya saing 
perdagangan Indonesia;

  • Tiga proyek baru, yang memadukan hibah Uni Eropa dengan pinjaman dari bank pembangunan Negara Anggota 
Uni Eropa, akan mendukung bidang reformasi prioritas dan investasi infrastruktur berkelanjutan di bidang-bidang seperti energi terbarukan;

  • Peluncuran Keanekaragaman Hayati Laut dan Dukungan Perikanan Pesisir dalam proyek Segitiga Terumbu Karang, untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan ekosistem laut di Maluku Utara dan Sulawesi Utara;
  • 
Dukungan berkelanjutan untuk mobilitas di pendidikan tinggi, termasuk lebih dari 1.600 beasiswa tahunan yang 
diberikan kepada pelajar Indonesia melalui program Erasmus+ Uni Eropa dan skema beasiswa negara anggota.

Peluncuran tahun ini juga mencakup diskusi panel virtual “Uni Eropa dan Indonesia: Bersama untuk Pertumbuhan Hijau” yang menampilkan:

  • Vincent Piket (Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam)
  • Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Arifin Rudiyanto
  • Peter Schoof (Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN dan Timor-Leste)
  • Indah Budiani (Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development/ IBCSD)

  • Wichard von Harrach (Wakil Ketua Kamar Dagang Uni Eropa) 


Diskusi tersebut menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara pemerintah dan mitra lainnya termasuk sektor swasta, menyoroti kisah sukses program kerja sama Uni Eropa dan negara anggota dalam pertumbuhan hijau, dan mengeksplorasi peluang untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia ke depan.

Publikasi Kerjasama Uni Eropa-Indonesia 2020 dapat diakses melalui https://teameuropeindonesia.eu/


Untuk unduh format PDF, klik dibawah ini:
Press Release (English version)
Siaran Pers (versi Bahasa Indonesia)
EU-Indonesia Cooperation Publication 2020


---------- 


Tentang Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Kementerian PPN/ Bappenas adalah lembaga pemerintah, think tank yang melapor langsung kepada Presiden RI dan melaksanakan tugas perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan, juga evaluasi implementasinya. Kementerian PPN/ Bappenas turut bertugas mengawal isu prioritas nasional yang diamanatkan Presiden RI sekaligus memperkuat kapasitas perencanaan nasional dengan menghasilkan mekanisme pendanaan pembangunan yang inovatif dan kreatif serta menjamin proses pembangunan yang inklusif dan partisipatif melalui kolaborasi dengan universitas, asosiasi profesional, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat. Dengan kapasitas koordinasi yang dimiliki, Kementerian PPN/ Bappenas juga menghasilkan arahan sektoral, antarsektor, dan antarwilayah, selain merumuskan kerangka makroekonomi di tingkat nasional dan regional, peraturan dan rancangan utama infrastruktur, serta kerangka pendanaan dan institusi.



Tentang Uni Eropa


Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 negara anggota. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona stabilitas, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi, dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian untuk memajukan tujuan perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan negara anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global. 27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan abjad) adalah: Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slowakia, Slovenia, Spanyol dan Swedia.
 

 

Languages:
Bagian Editorial: