Delegation of the European Union to the United Arab Emirates

LOCALISE SDGs: Peran penting Pemerintah Daerah jadi sorotan untuk pemulihan pasca pandemi dan pencapaian TPB

Virtual, 24/06/2021 - 05:15, UNIQUE ID: 210624_2
Press releases

Konferensi yang diadakan hari ini (24/6) menandai berakhirnya program LOCALISE SDGs. Dengan tema "Mendorong Percepatan Pemulihan Pandemi untuk Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan", acara ini menyoroti peran penting pemerintah daerah.

Peran penting Pemerintah Daerah jadi sorotan untuk pemulihan pasca pandemi dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan  

 

Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan hidup penduduk dan berdampak pada semua kebijakan. Hal tersebut juga berdampak pada pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk di Indonesia.

Pelaksanaan TPB telah memasuki tahun keenam sejak disahkan pada tahun 2015. Dengan hanya sembilan tahun tersisa untuk mencapai TPB pada batas waktu 2030, ada kebutuhan mendesak untuk bertindak mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi ini, dan memastikan bahwa semua orang menikmati perdamaian dan kemakmuran.

Program ‘LOCALISE SDGs: Leadership, Ownership, and Capacities for Agenda 2030 Local Implementation and Stakeholders Empowerment’ yang didanai oleh Uni Eropa mendukung percepatan pencapaian TPB di Indonesia melalui advokasi kebijakan, pengembangan kapasitas, dan manajemen pengetahuan untuk 30 pemerintah daerah dan 5 asosiasi pemerintah daerah. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan melibatkan asosiasi lain, seperti APPSI, APKASI, ADEKSI, dan ADKASI.

Konferensi yang diadakan hari ini (24/6) menandai berakhirnya program LOCALISE SDGs. Dengan tema "Mendorong Percepatan Pemulihan Pandemi untuk Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan", acara ini menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam memerangi pandemi dan pemulihan dari dampak ekonomi dan sosial, yang secara bersamaan membantu pencapaian TPB. Diperkirakan 65% dari 169 target yang menjadi bagian dari 17 TPB tidak akan tercapai tanpa keterlibatan pemerintah daerah.

Penyelenggaraan konferensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan data dan informasi terkait hasil-hasil konkret yang telah dicapai oleh program LOCALISE SDGs dan pembelajaran kepada berbagai pemangku kepentingan, meluncurkan berbagai publikasi dan produk yang dapat diakses oleh publik, dan menunjukkan komitmen dari berbagai pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan program untuk melanjutkan upaya melokalkan dan mengimplementasikan TPB di Indonesia.

"Pandemi COVID-19 berdampak pada pencapaian TPB namun juga mendorong semakin perlunya kita mencapai TPB. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memitigasi dampak COVID-19 pada setiap target TPB,” kata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket.

"Uni Eropa bangga bahwa program LOCALISE SDGs yang didanai Uni Eropa dan dilaksanakan oleh UCLG ASPAC bekerja sama dengan APEKSI telah mampu mendukung pemerintah di bidang penting ini.  Pemerintah daerah adalah pemain kunci dalam pencapaian TPB di Indonesia. Pencapaian TPB di daerah dapat memberikan dampak langsung dan positif bagi kehidupan masyarakat," tambahnya.

Menandai berakhirnya program, Dubes Piket secara simbolis menyerahkan berbagai hasil program LOCALISE SDGs berupa Buku Saku untuk Pemerintah Daerah dan DPRD mengenai peran mereka dalam pelaksanaan TPB di masa pandemi, hasil riset dan rekomendasi kebijakan lintas sektor, serta materi edukasi lainnya yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah.

Ada tiga talk show dalam acara ini yang membahas perspektif pemerintah pusat terhadap kontribusi LOCALISE SDGs, komitmen pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah pasca program LOCALISE SDGs, dan inspirasi dari pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik untuk Indonesia.

Erna Witoelar selaku Dewan Pembina Yayasan Pembangunan Berkelanjutan turut hadir memberikan keynote speech, dan Alissa Wahid selaku Duta SDGs Indonesia bertindak sebagai moderator rangkaian talkshow. Turut hadir dalam rangkaian acara ini antara lain Dr Bima Arya Sugiarto (Ketua Dewan Pengurus APEKSI dan Walikota Bogor), Dr H. Syarif Fasha, M.E, (Walikota Jambi), Deri Asta, S.H. (Walikota Sawahlunto), dan Marten Taha, S.E., M.Ec.Dev. (Walikota Gorontalo), yang mewakili pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah sebagai target program LOCALISE SDGs.

Beberapa pemerintah daerah di kawasan Asia Pasifik, seperti Kota Naga di Filipina, Kota Subang Jaya di Malaysia, dan Kota Hamamatsu di Jepang, juga hadir untuk berbagi pengalaman mereka pada sesi talkshow terakhir, untuk memberikan inspirasi bagi program pemulihan pandemi dan pelaksanaan TPB yang dapat diadaptasi oleh pemerintah daerah di Indonesia.

Acara diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UCLG ASPAC dengan tiga universitas terkemuka di Indonesia: Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Diponegoro. Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr Bernadia Irawati Tjandradewi, mengatakan, “Penandatanganan MoU ini adalah bentuk komitmen UCLG ASPAC untuk melanjutkan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah, bekerjasama dengan SDGs Center dari masing-masing universitas tersebut dan Asosiasi Pemerintah Daerah untuk terus melakukan kampanye, advokasi kebijakan, riset dan publikasi bersama terkait TPB setelah program LOCALISE SDGs berakhir. Inisiasi kemitraan ini sangat penting, mengingat kesuksesan pencapaian TPB di tahun 2030 membutuhkan upaya bersama dari semua pihak,” tambahnya.

----------------

Tentang LOCALISE SDGs

LOCALISE SDGs adalah sebuah program yang dilaksanakan oleh UCLG ASPAC bekerja sama dengan APEKSI yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan asosiasinya dalam melaksanakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di 16 provinsi dan 14 kota di Indonesia, sekaligus berjejaring dengan pemerintah daerah di dalam maupun luar negeri dan aktor pembangunan lainnya. LOCALISE SDGs turut melibatkan asosiasi pemerintah daerah dan DPRD, dan didukung oleh bantuan hibah dari Uni Eropa.

www.localisesdgs-indonesia.org

Tentang UNI EROPA

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

http://eeas.europa.eu/indonesia

Tentang UCLG ASPAC

UCLG merupakan asosiasi kota dan pemda tingkat dunia yang didirikan pada tanggal 1 Januari 2004, berkantor di Barcelona, Spanyol. UCLG adalah satu-satunya organisasi pemerintah daerah yang diakui oleh PBB. UCLG merupakan gabungan atas IULA, UTO (United Towns Organisation/Serikat Organisasi Perkotaan), serta METROPOLIS (World Association of the Major Metropolises atau Asosiasi Dunia untuk Ibukota). UCLG mempunyai jaringan lebih dari 250,000 kota dan daerah.

UCLG ASPAC merupakan divisi regional dari UCLG untuk kawasan Asia Pasifik. Bermarkas di Jakarta, UCLG ASPAC menjadi bagian wilayah UCLG terbesar dengan jaringan melebihi 7, 000 pemerintahan daerah, mewakili sekitar 3,76 miliar penduduk – lebih dari separuh populasi dunia – dan menyatukan negara-negara dengan perkembangan yang sangat pesat, seperti Republik Rakyat Tiongkok, India, dan Indonesia.

UCLG ASPAC adalah pusat manajemen pengetahuan utama tentang isu pemerintah daerah di kawasan Asia-Pasifik. UCLG mempromosikan pemerintah daerah yang demokratis, mendukung kerjasama antara kota, pemerintah daerah dan asosiasi mereka, serta memfasilitasi program, jaringan, dan kemitraan untuk mengembangkan kapasitas pemerintah dan asosiasi pemerintah daerah. Kegiatan UCLG ASPAC mencakup kerjasama desentralisasi (pertukaran kota/pemerintah daerah ke kota/pemerintah daerah), adovikasi, peningkatan kapasitas dan pelatihan, penelitian, dan pengembangan proyek.

www.uclg-aspac.org 

Tentang APEKSI

APEKSI adalah asosiasi yang beranggotakan 98 pemerintah kota yang bertujuan membantu anggotanya dalam melaksanakan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembentukan kerjasama antar pemerintah daerah. Sejalan dengan semangat desentralisasi dan demokrasi, APEKSI telah membantu anggotanya untuk mencapai kesejahteraan sosial yang lebih baik melalui demokrasi, partisipasi masyarakat, keadilan dan akses yang sama untuk keragaman dan potensi setempat.

www.apeksi.id

Lihat Juga

Languages:
Tags:
Bagian Editorial: