Delegation of the European Union to Namibia

Uni Eropa dan World Vision Meluncurkan Proyek I-COPE untuk Memitigasi Krisis Kesehatan Masyarakat dan Mendukung Pemulihan Ekonomi

Jakarta, 16/12/2020 - 03:52, UNIQUE ID: 201216_6
Press releases

World Vision, dengan dukungan dana hibah dari Uni Eropa senilai €1.647.000 atau Rp 28,9 miliar, hari ini meluncurkan proyek “Indonesia COVID-19 Pandemic Emergency Response (I-COPE)”. Proyek ini berfokus pada pencegahan penularan COVID-19 dan mengurangi dampaknya terhadap anak-anak dan keluarga yang rentan.

Uni Eropa dan World Vision Meluncurkan Proyek I-COPE untuk Memitigasi Krisis Kesehatan Masyarakat dan Mendukung Pemulihan Ekonomi

 

World Vision, dengan dukungan dana hibah dari Uni Eropa senilai €1.647.000 atau Rp 28,9 miliar, hari ini meluncurkan proyek “Indonesia COVID-19 Pandemic Emergency Response (I-COPE)”. Proyek ini berfokus pada pencegahan penularan COVID-19 dan mengurangi dampaknya terhadap anak-anak dan keluarga yang rentan. Proyek ini menargetkan 90 desa di enam kabupaten/kota di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Kota Surabaya di Jawa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Timur di Nusa Tenggara Timur, serta Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara di Maluku Utara. Proyek I-COPE akan menjangkau hingga 1,1 juta orang, dan secara khusus menargetkan 12.000 kelompok rentan, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang berisiko tinggi tertular COVID-19 dan terkena dampak sosial ekonomi.

Proyek I-COPE akan berjalan selama 24 bulan dan bertujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan penularan COVID-19, menyediakan bantuan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan melalui inisiatif ekonomi mikro dan Cash Voucher Program bagi masyarakat yang terdampak, meningkatkan akses masyarakat terhadap jaminan sosial, dan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis. Selain itu, proyek I-COPE akan memberikan pelatihan kepada enam organisasi masyarakat sipil terkait manajemen keuangan, kebersihan dan sanitasi, komunikasi risiko COVID-19, kesehatan mental dan dukungan psikososial, serta pencegahan misinformasi dan stigma sosial. Peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah target, terutama dalam pencegahan penularan dan penanganan pandemi.

“Pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung memperlihatkan pentingnya ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Kesejahteraan keluarga berpengaruh besar pada kesejahteraan dan masa depan anak, oleh karena itu penting bagi kita semua untuk terus berkolaborasi membantu keluarga-keluarga yang terdampak secara ekonomi selama pandemi COVID-19 agar anak-anak tetap mendapatkan haknya dan tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Direktur Nasional WVI, Doseba T Sinay.

"Pada prinsipnya kami dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara khususnya BPBD sangat merespon terhadap program ini karena akan memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan WVI yang telah terjalin  selama  ini. Dalam  penanganan  COVID-19,  BPBD  berada  di  garda  terdepan  sehingga   kami sangat mendukung kegiatan yang menjadi pilot project di 2 daerah yaitu di Ternate dan Halmahera Utara,” ujar Yunus Badar Kalak, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia H.E. Vincent Piket menyampaikan bahwa Uni Eropa bangga mendukung proyek I-COPE untuk mengatasi krisis kesehatan akibat COVID-19 serta mengurangi dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan bagi anak-anak dan keluarga yang rentan. Proyek ini merupakan bagian dari paket “Team Europe” untuk membantu Indonesia menangani pandemi COVID-19.  Bantuan yang diberikan oleh Uni Eropa dan negara-negara anggotanya sebesar €200  juta   atau   Rp  3,5  triliun.   “Pandemi  COVID-19   adalah   krisis   yang   belum   pernah   terjadi   dan menimbulkan risiko   terhadap  hak   dan  keselamatan  anak dan keluarga.  Risiko tersebut hanya dapat diatasi melalui aksi solidaritas.  Indonesia dan Uni Eropa bekerjasama untuk mengatasi pandemi ini dan mengubah cara kita mengasuh dan berinvestasi pada generasi muda,” tambahnya.

Hasil kajian cepat yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) terhadap dampak COVID-19 di Indonesia menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah mempengaruhi perekonomian rumah tangga, terutama mereka yang mengandalkan sektor pertanian dan informal seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mata pencaharian utama. Sebanyak 35% responden menyatakan pendapatan mereka turun drastis sebesar 51%-75% akibat pandemi. Melalui proyek I-COPE, diharapkan sebanyak 4.000 keluarga yang sumber pendapatannya terdampak COVID-19 dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan sebanyak 1.800 keluarga diharapkan akan memiliki akses terhadap pembiayaan dan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan, serta akses terhadap jaminan sosial untuk perlindungan dalam situasi darurat.

 

-----------------

 

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

Tentang World Vision

World Vision adalah organisasi tanggap darurat, pengembangan, dan advokasi Kristen yang berdedikasi untuk bekerja bersama anak-anak, keluarga, dan masyarakat di dunia, untuk mencapai potensi penuh mereka dengan cara mengatasi akar masalah dari kemiskinan dan ketidakadilan. Sejak tahun 1981, World Vison Netherlands (WVNL) telah menjadi bagian dari World Vision Partnership. Dalam proyek I-COPE, WNVL berperan sebagai koordinator proyek. WVNL bekerja bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) selaku mitra pelaksana di lapangan. WVI menjadi bagian dari WV Partnership sejak tahun 1998. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender.

Languages:
Bagian Editorial: