Delegation of the European Union to the Republic of Moldova

Uni Eropa dan Wahana Visi Indonesia luncurkan proyek “ENVISION” untuk meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat di NTT

Kupang, 08/10/2020 - 05:54, UNIQUE ID: 201008_3
Press releases

Wahana Visi Indonesia (WVI), dengan dukungan dana dari Uni Eropa senilai €950.000 atau IDR 16,6 miliar, akan melaksanakan proyek “Enabling Civil Society for Inclusive Village Economic Development (ENVISION)”.

Uni Eropa dan Wahana Visi Indonesia Luncurkan Proyek “ENVISION” untuk Meningkatkan Perekonomian Desa dan Kesejahteraan Masyarakat di Nusa Tenggara Timur


Wahana Visi Indonesia (WVI), dengan dukungan dana dari Uni Eropa senilai €950.000 atau IDR 16,6 miliar, akan melaksanakan proyek “Enabling Civil Society for Inclusive Village Economic Development (ENVISION)”. Proyek ini bertujuan untuk penguatan organisasi masyarakat sipil dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yaitu Sumba Timur, Timor Tengah Selatan dan Kupang. Pendampingan dilakukan di 50 desa dan berfokus pada keterlibatan perempuan dan anak muda dalam pengelolaan BUMDes sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTT Tahun 2018-2023, Pemerintah Provinsi menargetkan pembentukan 1.500 BUMDes pada tahun 2023. Hingga pertengahan 2019, melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), sudah berdiri 1.100 BUMDes di NTT namun baru 700 yang terdaftar sebagai unit usaha.

Proyek ENVISION akan meningkatkan kapasitas masyarakat desa untuk dapat secara efektif dan akuntabel mengelola dana desa yang jumlahnya terus meningkat. Selain mendorong peningkatan kapasitas manajemen dan akuntabilitas BUMDes, proyek ini juga mendorong keterlibatan perempuan dan anak muda. Perempuan dan anak muda akan dibekali dengan keterampilan teknis, seperti literasi keuangan dan kepemimpinan. Peningkatan partisipasi perempuan dapat mendorong perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, dan BUMDes yang dikelola dengan baik serta diiringi dengan peningkatan keterlibatan perempuan dan anak muda di dalamnya akan memberikan manfaat signifikan bagi peningkatan kesejahteraan warga desa.

WVI bekerja sama dengan Alfa Omega Foundation akan melakukan pendampingan di 50 desa: Kabupaten Sumba Timur (15 desa), Kabupaten Timor Tengah Selatan (15 desa) dan Kabupaten Kupang (20 desa). Pendampingan akan berlangsung selama 42 bulan (2020-2023) dan berbagai pelatihan akan diberikan kepada 50 organisasi masyarakat sipil, 50 BUMDes, 250 fasilitator desa, serta pemerintah provinsi, kabupaten dan desa.

“Target dari proyek ENVISION adalah mendorong keterlibatan perempuan dan anak muda dalam pengelolaan BUMDes, serta penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pengawasan BUMDes dan Dana Desa. Kami mendorong agar hal itu dituangkan dalam peraturan desa, yang menjadi salah satu indikator pencapaian penting untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. Lebih dari itu, dengan meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan maupun pengawasan BUMDes dapat membawa manfaat kesejahteraan bagi semua,” kata Direktur Nasional WVI, Doseba T Sinay.

“Diharapkan BUMDes ke depan menjadi tulang punggung ekonomi desa. Kami berharap program ENVISION ini dapat menjadi pilot project bagi BUMDes lainnya di TTS, sehingga BUMDes dapat benar-benar mengelola potensi desa dan memberikan kesejahteraan,” ujar E.P Tahun, Bupati Timor Tengah Selatan.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora mengungkapkan hal senada. “Penandatanganan MOU ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sipil di Indonesia agar mampu berkontribusi terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan proses pembangunan dengan menghormati hak-hak asasi manusia dan prinsip demokrasi,” ungkap Gidion.

“Uni Eropa sangat mendukung partisipasi dan keterlibatan efektif perempuan dan anak muda, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja Badan Usaha Milik Desa yang lebih baik. Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Uni Eropa menempatkan hak-hak perempuan dan partisipasi anak muda sebagai prioritas kebijakan pembangunan dan secara konsisten bekerja untuk membantu mencegah dan menghapus kekerasan terhadap perempuan. Kami juga mendorong upaya pemberdayaan, termasuk partisipasi mereka di semua bidang kehidupan publik," kata Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket.

Untuk meluncurkan proyek ENVISION dan menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mendukung pelaksanaannya, ketiga Bupati menandatangani Nota Kesepahaman dengan WVI dan Alfa Omega Foundation, dan disaksikan oleh Uni Eropa.


---------------------------------------

Tentang Uni Eropa
Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

Tentang Wahana Visi Indonesia (WVI)
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk kesejahteraan anak. WVI selalu berupaya membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, dan mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.
 

 

 

Languages:
Bagian Editorial: