Delegaţia Uniunii Europene în Republica Moldova

"Menghubungkan Eropa dan Asia, Saatnya Melaju", artikel opini oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini (Kompas, 17 Oktober 2018)

Brussels, 17/10/2018 - 09:55, UNIQUE ID: 181017_4
Op-Eds

"Menghubungkan Eropa dan Asia, Saatnya Melaju", artikel opini oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini (Kompas, 17 Oktober 2018)

Artikel opini in diterbitkan di Harian Kompas, 17 Oktober 2018. Silahkan akses DISINI

 

Menghubungkan Eropa dan Asia: saatnya untuk melaju

oleh Federica Mogherini

Perwakilan Tinggi Uni Eropa urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan & Wakil Presiden Komisi Eropa

 

Eropa dan Asia memiliki keterkaitan sejarah selama berabad-abad. Kini, hubungan di antara kedua benua mencapai tingkatan yang tak pernah tercapai sebelumnya. Pasar Asia mencakup lebih dari sepertiga ekspor dari Uni Eropa. Sedangkan hampir separuh barang dan jasa yang diimpor oleh Uni Eropa berasal dari negara-negara Asia. Setiap tahun, ribuan mahasiswa, akademisi, dan peneliti melakukan perjalanan di antara Uni Eropa dan Asia. Pertukaran budaya di antara kota-kota kita sangat banyak dan beragam. Dan hubungan timbal balik kita lebih dari sekedar pertukaran ekonomi atau keilmuan: Negara-negara Uni Eropa dan Asia juga memiliki kepentingan yang sama untuk mempertahankan sistem internasional yang berdasarkan kerja sama, berlandaskan pada aturan dan perdamaian, serta berpandangan bahwa organisasi multilateral merupakan forum yang tepat guna mencapai solusi bersama. Hubungan ini membutuhkan konektivitas yang efektif, berdayaguna, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, hubungan ini membutuhkan infrastruktur fisik maupun non-fisik di mana barang, jasa, ide dan manusia dapat bergerak tanpa hambatan.   

Selama ini, konektivitas selalu menjadi bagian dari kebijakan Uni Eropa terhadap Asia, namun hingga saat ini Uni Eropa belum menggunakan potensi ini semaksimal mungkin. Itulah sebabnya pada bulan September kami mengajukan kerangka kebijakan baru untuk meningkatkan aksi Uni Eropa, yaitu sebuah strategi Uni Eropa untuk konektivitas antara Eropa dan Asia. 

Pesan kami jelas: Uni Eropa siap untuk meningkatkan hubungan dengan mitra-mitra kami di Asia terkait dengan agenda konektivitas, berdasarkan kepentingan timbal balik dan kesamaan tujuan. Konektivitas ada dalam DNA kami karena Uni Eropa merupakan sebuah proyek politik berdasarkan integrasi ekonomi. Kami dapat menawarkan pengalaman regulasi kami, keahlian teknis dan peluang pendanaan melalui proyek-proyek yang dapat membantu interoperabilitas dan konvergensi, mendorong pertumbuhan yang ramah lingkungan dan ramah fiskal, dan memperkuat pertalian hubungan dengan bentuk yang akan menguntungkan kita semua.

Kita dapat melakukan ini melalui tiga cara. Pertama, Uni Eropa siap untuk mendukung koneksi dan jaringan baru antara Eropa dan Asia. Contohnya, memperluas Jaringan Transportasi Trans-Eropa, yang memfasilitasi perdagangan dan mobilitas dengan cara menghilangkan hambatan-hambatan teknis dan regulasi pada jaringan transportasi; dan modernisasi infrastruktur di negara-negara non-Uni Eropa. Ini akan menjadi sebuah langkah yang positif. Kami juga akan mencoba mewujudkan agenda digital yang berkelanjutan dengan Asia dalam rangka mengembangkan akses layanan teknologi digital yang universal dan terjangkau. Kami akan berbagi pengalaman Uni Eropa dalam menciptakan pasar energi regional yang terbuka dengan fokus pada transformasi berbasis pasar menuju energi bersih. Dan kami akan terus mendorong pertukaran dan mobilitas manusia melalui program-program seperti Erasmus atau Marie Curie Action sebagai cara untuk membangun koneksi, sikap saling memahami dan pertukaran ide.

Kedua, menurut pendekatan Uni Eropa, konektivitas hanya dapat dibangun melalui kemitraan. Sudah banyak kemitraan yang terbentuk. Uni Eropa dan Indonesia telah lama membangun kemitraan yang sukses di bidang konektivitas transportasi. Kerjasama kita di bidang keselamatan penerbangan telah membawa perbaikan yang substansial dan memungkinkan seluruh maskapai-maskapai penerbangan Indonesia dapat dikeluarkan dari Daftar Keselamatan Penerbangan Uni Eropa pada bulan Juni 2018. Kerjasama di sektor perhubungan laut juga sudah berlangsung dengan intens di antara operator-operator swasta. Untuk mobilitas antar warga, ilustrasi yang sangat baik adalah pertukaran mahasiswa dan akademisi: saat ini terdapat 12.000 mahasiswa dan akademisi Indonesia yang berada di universitas-universitas Eropa, telah diluncurkannya beasiswa mobilitas mahasiswa intra-ASEAN yang dibiayai oleh Uni Eropa (dibentuk berdasarkan kisah sukses program Erasmus dari Uni Eropa), dan semakin meningkatnya jumlah wisatawan di antara Indonesia dan Uni Eropa (15% hingga 20% untuk kedua tujuan).

Kami akan bekerja bergandengan tangan dengan organisasi regional dan mekanisme yang sudah berjalan di Asia, seperti ASEAN, untuk mengidentifikasi dan mendukung proyek-proyek. Contoh bagus adalah negosiasi antar kawasan yang tengah berlangsung antara ASEAN dan Uni Eropa untuk mencapai Perjanjian Komprehensif Transportasi Udara. Begitu disepakati, maka perjanjian ini akan memberikan peluang-peluang bisnis baru bagi seluruh sektor penerbangan, membuka rute-rute baru dan harga yang lebih kompetitif bagi penumpang, serta menjamin kondisi usaha yang berimbang bagi perusahaan-perusahaan.

Kami ingin bekerja untuk mencapai konektivitas berdasarkan pada prinsip-prinsip bersama: transparansi, praktek-praktek pasar yang tidak diskriminatif, kesetaraan bagi pelaku-pelaku ekonomi, perlindungan hak cipta intelektual. Cara terbaik untuk mencapai ini bukanlah dengan memaksakan aturan atau standar dari satu pihak, melainkan dengan bekerja bersama di dalam organisasi internasional untuk mencapai aturan-aturan dan standar-standar yang diterima oleh semua pihak. Perusahaan-perusahaan Eropa harus memiliki kesetaraan perlakuan dengan pesaing-pesaing mereka dan memiliki akses yang sama terhadap pasar-pasar di luar negeri sebagaimana perusahaan-perusahaan luar negeri memiliki akses di pasar Uni Eropa.  

Terakhir, kami akan menggunakan seluruh daya kami untuk mendukung proyek-proyek dengan pendanaan yang memadai, menggunakan sepenuhnya potensi dari Bank Investasi Europa (European Investment Bank/ EIB) dan alat kebijakan baru untuk investasi eksternal yang tersedia di dalam anggaran Uni Eropa. Menurut Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ ADB), Asia membutuhkan lebih dari 1,3 trilyun euro per tahun untuk investasi infrastruktur di dekade-dekade mendatang. Uni Eropa siap mendukung negara-negara Asia untuk memenuhi tantangan investasi tersebut dengan memanfaatkan pendanaan publik dan swasta nelalui kombinasi hibah, penjaminan, pinjaman, maupun campuran. Namun, investasi haruslah layak secara fiskal dan berkelanjutan secara keuangan. Uni Eropa hanya akan mendukung proyek-proyek yang dapat memobilisasi sumber daya domestik, memeberikan nilai tambah untuk komunitas lokal dan untuk jangka panjangnya akan berkelanjutan.

Bersama-sama, Eropa dan Asia membentuk hampir 70 persen populasi global dan lebih dari 60 persen PDB dunia. Masih terdapat ruang untuk membuat hubungan kita lebih kuat dan saling menguntungkan lagi. Konektivitas yang berkelanjutan, berdasarkan kemitraan yang kuat dan aturan-aturan yang transparan, adalah jalan terbaik bagi Uni Eropa, negara-negara Eropa dan negara-negara Asia, untuk melangkah maju ke depannya.

 

 

Secțiuni editoriale: