Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam

Uni Eropa Dukung Proyek Senilai €255,000 Untuk Penguatan Kapasitas CSO Indonesia Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Jakarta, 02/10/2020 - 03:34, UNIQUE ID: 201002_1
Press releases

Uni Eropa meluncurkan proyek senilai EUR 255,000 atau IDR 4,4 miliar untuk penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil (CSO) di Indonesia.

Uni Eropa Dukung Proyek Senilai EUR 255,000 Untuk Penguatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

(CO-EVOLVE: Berevolusi Bersama)

 

Uni Eropa meluncurkan proyek senilai EUR 255,000 atau IDR 4,4 miliar untuk penguatan kapasitas organisasi masyarakat sipil (CSO) di Indonesia. Proyek “Strengthening Indonesian CSOs Adaptive Capacity and Resilience in Response to COVID-19 Pandemic (CO-EVOLVE)” ini akan dilaksanakan oleh Yayasan Penabulu selama dua tahun ke depan (2020-2022) dan menargetkan 200 CSO lokal di 34 provinsi sebagai penerima manfaat utama.

“Kami dengan bangga mengumumkan perjanjian hibah baru dengan Yayasan Penabulu untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan CSO Indonesia dalam mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat COVID-19. Sejalan dengan prioritas Uni Eropa tentang digitalisasi, proyek ini akan mendukung transformasi digital CSO Indonesia dengan meningkatkan penggunaan perangkat teknologi untuk jangkauan yang lebih luas, bahkan ke luar negeri. Teknologi digital adalah alat yang ampuh untuk melengkapi interaksi langsung dengan masyarakat, yang tetap menjadi prioritas utama dalam kegiatan CSO. Proyek ini mencakup seluruh 34 provinsi di Indonesia dan kami berharap hasil yang dicapai akan terus berlanjut setelah proyek berakhir untuk memberikan manfaat kepada lebih banyak CSO dan pada akhirnya seluruh warga Indonesia,” ujar Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket.

CSO di Indonesia memiliki tradisi panjang dalam mendukung pembangunan, bantuan kemanusiaan dan advokasi kebijakan publik di tingkat nasional dan daerah, terutama dalam upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Situasi pandemi COVID-19 telah mengakibatkan kerentanan posisi dan peran CSO, terutama terkait dengan pelaksanaan program dan keberlanjutan organisasi. Pada saat yang sama, situasi pandemi COVID-19 di Indonesia merupakan momentum untuk mempercepat proses evolusi CSO dalam mengakses alternatif sumber pendanaan domestik dan meningkatkan kapasitas organisasi dengan memaksimalkan penggunaan informasi dan teknologi digital.

Proyek CO-EVOLVE bertujuan untuk mendorong evolusi bersama CSO Indonesia untuk membangun ketahanan organisasi dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19 dan krisis lainnya, serta mendorong aksi kolektif sebagai kekuatan utama untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Secara khusus, proyek ini dirancang untuk memperkuat kondisi pemungkin dan kapasitas CSO Indonesia untuk memobilisasi sumber daya domestik untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi COVID-19, serta untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat pencapaian TPB di Indonesia.

Proyek CO-EVOLVE akan memfasilitasi kolaborasi strategis antara CSO, Pemerintah dan sektor swasta melalui:

  1. Peningkatan kemitraan kolaboratif untuk mengatasi dampak sosial dan ekonomi akibat COVID-19;
  2. Peningkatan kapasitas adaptif CSO melalui perbaikan struktur tata kelola internal dan perencanaan strategis, pengembangan jaringan, dan percepatan transformasi digital CSO untuk meningkatkan jangkauan dan dampak kegiatan;
  3. Pengembangan strategi mobilisasi sumber daya domestik dan diversifikasi sumber pendanaan untuk meningkatkan efisiensi operasional CSO dan keberlanjutan organisasi;
  4. Investasi inovatif dengan pembentukan platform penggalangan dana publik serta peningkatan efektivitas CSO dalam konteks transformasi digital;
  5. Peningkatan jaringan advokasi dan aksi kolektif CSO dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang paling terdampak krisis.

 

---------------------------------------

 

Tentang bantuan ‘Tim Eropa’ dalam mengatasi wabah virus corona di Indonesia

Untuk mendukung negara-negara mitra dalam perang melawan pandemi COVID-19 dan dampaknya, Uni Eropa telah meluncurkan pendekatan "Tim Eropa". Tujuan dari pendekatan "Tim Eropa" adalah untuk menggabungkan sumber daya dari Uni Eropa, Negara-Negara Anggotanya dan lembaga keuangan Eropa. "Tim Eropa" telah mengerahkan sekitar EUR 200 juta dalam bentuk hibah untuk mendukung Indonesia. Hibah sebesar EUR 6 juta atau IDR 108,5 miliar didedikasikan untuk mendukung CSO dalam mengatasi dampak kesehatan dan sosial ekonomi dari krisis COVID-19 di Indonesia.     Info lebih lanjut: https://bit.ly/TeamEuropeIndonesia  

 

Tentang Uni Eropa

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik antara 27 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

 

Tentang Yayasan Penabulu

Yayasan Penabulu berdiri pada tahun 2003 dan sejak saat itu telah mendedikasikan dirinya bagi penguatan kapasitas masyarakat sipil di Indonesia dengan mendorong pemberdayaan dan keberlanjutan posisi dan peran organisasi masyarakat sipil di Indonesia melalui upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas organisasi; mobilisasi, pengelolaan dan distribusi sumber daya; pengembangan kemitraan setara antar aktor dan sektor pembangunan serta penggalangan partisipasi dan keterlibatan publik seluas-luasnya.

 

Languages:
Bagian Editorial: