Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam

Uni Eropa beri bantuan kemanusiaan untuk Rohingya yang diselamatkan di Indonesia

Jakarta, 14/07/2020 - 09:56, UNIQUE ID: 200714_10
Press releases

Uni Eropa mengalokasikan €35.000 (sekitar 573 juta rupiah) untuk bantuan kemanusiaan kritis kepada 99 imigran Rohingya yang diselamatkan dan diizinkan mendarat di Indonesia setelah lebih dari 120 hari di laut.

Uni Eropa beri bantuan kemanusiaan untuk Rohingya yang diselamatkan di Indonesia

 

Uni Eropa mengalokasikan €35.000 (sekitar 573 juta rupiah) untuk bantuan kemanusiaan kritis kepada 99 imigran Rohingya yang diselamatkan dan diizinkan mendarat di Indonesia setelah lebih dari 120 hari di laut.

Dana Uni Eropa disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk bantuan air bersih, fasilitas sanitasi, perawatan kesehatan, dukungan psikososial, serta bahan-bahan penting, seperti alas tidur dan selimut, barang-barang higenis dan alat pelindung diri. Tim PMI juga akan melakukan sosialisasi kebersihan, dengan fokus pada virus corona dan demam berdarah. Selain itu, dana mendukung upaya untuk memulihkan kontak antara anggota keluarga yang terpisah.

Dana kemanusiaan ini adalah bagian dari kontribusi Uni Eropa untuk Dana Darurat Penanggulangan Bencana (Disaster Relief Emergency Fund/ DREF) yang dikelola Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/ IFRC).

Untuk menghindari penganiayaan di Myanmar dan penampungan pengungsi di Bangladesh, para imigran Rohingya telah bertahun-tahun menggunakan kapal menuju negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk Malaysia, Thailand dan Indonesia. Pandemi virus corona telah memperburuk situasi ketika negara-negara di kawasan ini menutup perbatasan mereka, sehingga beberapa kapal terombang-ambing selama berminggu-minggu dengan ratusan Rohingya di dalamnya. Pada tanggal 25 Juni, sebanyak 99 imigran Rohingya diizinkan untuk mendarat di Indonesia setelah kapal mereka rusak di garis pantai Seunudon, Aceh Utara, Indonesia. Para imigran, yang berasal dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar, dipindahkan ke tempat penampungan sementara di kota Lhokseumawe tetapi persiapan sedang dilakukan untuk memindahkan mereka ke fasilitas penampungan lain.

 

Latar Belakang

Uni Eropa bersama dengan Negara-negara Anggotanya adalah donor bantuan kemanusiaan terkemuka di dunia. Bantuan kemanusiaan adalah ungkapan solidaritas Eropa terhadap orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Bantuan ini bertujuan untuk menyelamatkan hidup, mencegah dan mengurangi penderitaan manusia, serta menjaga integritas dan martabat manusia dari populasi yang terkena dampak bencana alam dan krisis buatan manusia.

Melalui Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Eropa (ECHO), setiap tahun Uni Eropa membantu lebih dari 120 juta korban konflik dan bencana. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web ECHO (https://ec.europa.eu/echo).

Komisi Eropa telah menandatangani perjanjian kontribusi kemanusiaan sebesar 3 juta euro untuk mendukung Dana Darurat Penanggulangan Bencana (DREF) yang dikelola Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Dana dari DREF sebagian besar dialokasikan untuk bencana "skala kecil" – yaitu bencana yang tidak mengarah pada perlunya permintaan resmi bantuan darurat internasional.

DREF dibentuk pada tahun 1985 dan didukung oleh kontribusi dari para donor. Setiap kali Masyarakat Palang Merah atau Bulan Sabit Merah tingkat nasional membutuhkan dukungan dana segera untuk menanggapi bencana, maka badan nasional tersebut dapat meminta dana dari DREF. Untuk bencana skala kecil, IFRC mengalokasikan hibah dari DREF, yang kemudian dapat ‘diisi’ kembali oleh para donor. Perjanjian kontribusi antara IFRC dan ECHO memungkinkan ECHO untuk menambahkan dana ke DREF untuk operasi yang disepakati (yang sesuai dengan mandat ECHO) hingga total € 3 juta.

 

 

 

 

 

Languages:
Bagian Editorial: