Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam

Uni Eropa beri bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Timur

Jakarta, 10/06/2020 - 00:00, UNIQUE ID: 200610_1
Press releases

Uni Eropa menyalurkan dana kemanusiaan sebesar 50.000 euro (lebih dari 790 juta rupiah) untuk membantu warga di provinsi Kalimantan Timur yang paling terkena dampak bencana banjir di akhir bulan Mei lalu.

Uni Eropa beri bantuan untuk korban banjir di Kalimantan Timur


Uni Eropa menyalurkan dana kemanusiaan sebesar 50.000 euro (lebih dari 790 juta rupiah) untuk membantu warga di provinsi Kalimantan Timur yang paling terkena dampak bencana banjir di akhir bulan Mei lalu. Dana tersebut diharapkan dapat membantu lebih dari 8.600 warga di kelurahan Sidodadi dan Temindung Permai.

Dana Uni Eropa ini akan mendukung upaya Palang Merah Indonesia (PMI) membantu warga yang paling rentan yakni melalui distribusi bahan-bahan untuk hunian darurat dan barang-barang kebutuhan darurat, seperti terpal, selimut, produk pembersih dan barang-barang rumah tangga dasar. Sabun cuci tangan, sabun mandi dan masker juga akan disediakan sebagai tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona. Selain itu, terdapat juga bantuan berupa akses ke air bersih, layanan higenis, serta dukungan psikologis bagi keluarga yang terkena dampak.  

Dana kemanusiaan ini adalah bagian dari kontribusi Uni Eropa untuk Dana Darurat Penanggulangan Bencana (Disaster Relief Emergency Fund/ DREF) yang dikelola Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/ IFRC).

Pada akhir bulan Mei lalu, Kalimantan Timur mengalami hujan deras berhari-hari yang mengakibatkan lebih dari 41.000 warga terkena dampak banjir, ratusan di antaranya mengungsi. Akibat diguyur hujan terus-menerus, ratusan rumah di 11 kelurahan ibukota Samarinda terdampak banjir. Beberapa jalan utama juga terendam dan listrik terputus. Naiknya permukaan air di sungai Karang Mumus dan bendungan Benanga mendorong pihak berwenang untuk mengumumkan tanggap darurat 14 hari antara 22 Mei dan 4 Juni. Sidodadi dan Temindung Permai adalah daerah yang mengalami dampak terparah karena letaknya yang dekat dengan sungai.


Latar Belakang

Uni Eropa bersama dengan Negara-negara Anggotanya adalah donor bantuan kemanusiaan terkemuka di dunia. Bantuan kemanusiaan adalah ungkapan solidaritas Eropa terhadap orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia. Bantuan ini bertujuan untuk menyelamatkan hidup, mencegah dan mengurangi penderitaan manusia, serta menjaga integritas dan martabat manusia dari populasi yang terkena dampak bencana alam dan krisis buatan manusia.

Melalui Operasi Perlindungan Sipil dan Bantuan Kemanusiaan Eropa (ECHO), setiap tahun Uni Eropa membantu lebih dari 120 juta korban konflik dan bencana. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs web ECHO (https://ec.europa.eu/echo).

Komisi Eropa telah menandatangani perjanjian kontribusi kemanusiaan sebesar 3 juta euro untuk mendukung Dana Darurat Penanggulangan Bencana (DREF) yang dikelola Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC). Dana dari DREF sebagian besar dialokasikan untuk bencana "skala kecil" – yaitu bencana yang tidak mengarah pada perlunya permintaan resmi bantuan darurat internasional.

DREF dibentuk pada tahun 1985 dan didukung oleh kontribusi dari para donor. Setiap kali Masyarakat Palang Merah atau Bulan Sabit Merah tingkat nasional membutuhkan dukungan dana segera untuk menanggapi bencana, maka badan nasional tersebut dapat meminta dana dari DREF. Untuk bencana skala kecil, IFRC mengalokasikan hibah dari DREF, yang kemudian dapat ‘diisi’ kembali oleh para donor. Perjanjian kontribusi antara IFRC dan ECHO memungkinkan ECHO untuk menambahkan dana ke DREF untuk operasi yang disepakati (yang sesuai dengan mandat ECHO) hingga total € 3 juta.


 

Languages:
Bagian Editorial: