Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam

Pemerintah Daerah dari 30 Kota dan Provinsi mendiskusikan TPB

Jakarta, 24/07/2019 - 09:46, UNIQUE ID: 190724_7
Press releases

United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Uni Eropa menyelenggarakan pelatihan nasional kedua pada tanggal 24-25 Juli 2019 di Jakarta, untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Pemerintah Daerah dari 30 Kota dan Provinsi mendiskusikan TPB

 

United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Uni Eropa menyelenggarakan pelatihan nasional kedua pada tanggal 24-25 Juli 2019 di Jakarta, untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Sebagai bagian dari program LOCALISE SDGs (Leadership, Ownership and Capacities for Agenda 2030 Local Implementation and Stakeholders Empowerment on Sustainable Development Goals), pelatihan selama dua hari ini melibatkan 30 pejabat pemerintah daerah dari 16 provinsi dan 14 kota di seluruh Indonesia.

Pelatihan nasional yang juga didukung oleh Tanoto Foundation ini akan fokus pada bagaimana mengembangkan dan mengadvokasi sistem dan lingkungan yang kondusif bagi pemerintah daerah untuk mengimplementasikan Agenda 2030. Pelatihan ini akan menggunakan berbagai metodologi dan pendekatan pembelajaran dari UCLG seperti Modul Pelokalan TPB, pembelajaran peer to peer, pembelajaran bersama, dan produk pengetahuan serta  studi kasus dari LOCALISE SDGs, mitra, dan kementerian terkait. 

Dengan tema “Penguatan Peran Pemerintah Daerah pada Implementasi TPB”, pelatihan dibuka secara resmi oleh Ibu Indah Sri Wibi Nastiti, Direktur Eksekutif APEKSI, Mr Hans Farnhammer, Kepala Kerja Sama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, dan Bapak Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation.

“Pemerintah daerah berperan penting dalam implementasi TPB di Indonesia”, kata Ibu Bernadia Tjandradewi, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC. Ia melanjutkan, “Di sisi lain, berdasarkan serangkaian FGD sejak 2016, tampaknya kesadaran tentang pentingnya TPB di dalam pemerintah daerah dan asosiasi pemerintah daerah perlu ditingkatkan. Ada pula kebutuhan untuk menjangkau langsung ke pemerintah daerah dengan melibatkan mereka untuk menjelaskan kondisi mengenai TPB yang mereka perlukan sehingga tidak akan ada kendala dalam mengembangkan Rencana Aksi Daerah (RAD),” tambah Ibu Tjandradewi.

“APEKSI memandang TPB sebagai cara agar kota menyadari pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam perencanaan pembangunan karena TPB bersifat komprehensif dan menekankan kemitraan dalam mencapai tujuan,” kata  Ibu Indah Sri Wibi Nastiti, Direktur Eksekutif APEKSI.

“Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh terhadap TPB,” menurut Bapak Hans Farnhammer, Kepala Kerja Sama, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia. “Mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan adalah perhatian utama kami dalam agenda pembangunan dengan Indonesia. Uni Eropa akan terus mendukung Pemerintah Indonesia untuk mengimplementasikan Agenda 2030 yang ambisius, transformatif, dan universal dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan untuk semua,” tambahnya.

“Berdasarkan komitmen dan pengalaman kami dalam pendidikan, sistem pendidikan Indonesia merupakan salah satu yang paling kompleks di dunia, di mana ada lebih dari 50 juta murid, 2,6 juta guru, dan 250 ribu sekolah. Kami menyadari untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, diperlukan kerja sama dengan pihak-pihak lain, sesuai dengan prinsip inklusif dari TPB bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab kita semua. Oleh karenanya, Tanoto Foundation berperan sebagai katalis kemitraan, baik dengan pemerintah, swasta, maupun mitra pembangunan lainnya untuk menghasilkan ide-ide progresif dalam upaya menghasilkan dampak yang lebih luas dan mendalam,” kata Bapak Satrijo Tanudjojo, CEO Global Tanoto Foundation.

 

-------------------------  

 

Tentang LOCALISE SDGs

Program LOCALISE SDGs adalah upaya bersama UCLG ASPAC dan APEKSI untuk memberikan peningkatan kapasitas untuk Pemerintah Daerah dan asosiasi Peemerintah Daerah dalam implementasi TPB, dan membentuk Platform Bersama LOCALISE SDGs sebagai kerangka umum untuk berdiskusi, berjejaring, dan bertukar informasi terkait implementasi TPB. Program LOCALISE SDGs yang didanai oleh Uni Eropa pada 16 provinsi dan 14 kota di Indonesia. 

https://localisesdgs-indonesia.org

 

Tentang UCLG ASPAC

UCLG adalah lembaga internasional yang didirikan pada 1 Januari 2004 dan berkantor pusat di Bercelona, Spanyol. UCLG adalah satu-satunya organisasi pemerintah lokal yang diakui oleh PBB. UCLG ASPAC adalah salah satu bagian UCLG Regional untuk Asia Pasifik, gabungan dari International Union of Local Authorities, United Towns Organization (UTO), dan World Association of the Major Metropolises (METROPOLIS). Berbasis di DKI Jakarta, UCLG ASPAC menjadi bagian terbesar dari UCLG dengan jaringan lebih dari 7000 pemerintah daerah, mewakili lebih dari 4,5 miliar orang (sekitar setengah populasi dunia) dan menyatukan negara-negara berkembang pesat seperti Tiongkok, India, dan Indonesia.

www.uclg-Aspac.org

 

Tentang APEKSI

APEKSI adalah asosiasi yang terdiri dari 98 pemerintah kota yang bertujuan membantu anggotanya dalam menerapkan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif untuk pembentukan kerja sama antar pemerintah daerah. Sejalan dengan semangat desentralisasi dan demokrasi, APEKSI telah mendukung anggotanya untuk mencapai peningkatan kesejahteraan sosial melalui demokrasi, partisipasi dari masyarakat, keadilan dan akses yang setara untuk keragaman dan potensi lokal.

www.apeksi.net

 

Tentang Tanoto Foundation

Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen yang didirikan atas keyakinan bahwa setiap individu layak mendapat kesempatan untuk memenuhi potensi sepenuhnya. Melalui program-programnya, baik program sendiri, kemitraan, maupun sebagai katalis bagi yang lain, Tanoto Foundation berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan taraf hidup masyarakat.  Tanoto Foundation juga mengintegrasikan target dampak Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke seluruh program dan inisiatifnya.

https://www.tanotofoundation.org/en/

 

Tentang Europe Union (EU)

Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik yang unik di antara 28 Negara Anggotanya. Bersama-sama mereka telah membangun zona stabilitas, demokrasi, dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi, dan kebebasan individu. Di tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Nobel Perdamaian atas keberhasilannya mewujudkan perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi, dan hak aasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan juga sumber dan tujuan investasi asing langsung (FDI) di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara Anggotanya adalah donor Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang memberikan lebih dari setengah dari ODA global.

www.eeas.europa.eu/indonesia

 

Languages:
Bagian Editorial: