Delegation of the European Union
to Indonesia and Brunei Darussalam

"Eropa dan Asia - bersama untuk dunia yang lebih aman", op-ed oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini (Koran Sindo, 5 Juni 2018)

Brussels, 05/06/2018 - 18:57, UNIQUE ID: 180605_11
Op-Eds

Artikel Opini oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa Federica Mogherini (Koran Sindo, 5 Juni 2018)

Artikel opini ini dimuat di Koran Sindo, 5 Juni 2018. Baca versi online Koran Sindo DISINI

 

Eropa dan Asia - bersama untuk dunia yang lebih aman

 

oleh Federica Mogherini

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan/ Wakil Presiden Komisi Eropa

 

Eropa dan Asia tidak pernah sedekat ini. Perekonomian kita saling terkait; budaya kita saling bersentuhan; dan keamanan kita saling berhubungan: kita menghadapi tantangan yang sama dan ancaman serupa, serta memiliki kepentingan untuk menjaga perdamaian di wilayah kita masing-masing dan untuk melaksanakan kerja sama internasional dalam skala global.

Pada tanggal 28 Mei, para Menteri Luar Negeri dari 28 Negara Anggota Uni Eropa memutuskan bahwa kita harus meningkatkan interaksi di bidang keamanan di Asia dan dengan Asia, sebagai bagian dari strategi yang lebih komprehensif antara Uni Eropa dengan Asia. Masa dimana Eropa dan Asia saling menganggap satu sama lainnya sebagai teman jauh sudah berakhir. Untuk mempertahankan dan memperkuat pertukaran ekonomi kita, kita juga harus bekerja sama dalam keamanan global.

Di Asia, seperti di tempat lain, wajah ekonomi Eropa adalah yang paling dikenal orang. Hal ini terkait dengan peran kami sebagai blok perdagangan terbesar di dunia, fakta bahwa kami adalah investor nomor satu atau nomor dua di sebagian besar negara Asia, dan bahwa kami merupakan donor bantuan pembangunan terbesar dunia.

Tetapi tidak disangka kerja sama keamanan merupakan bidang yang berkembang pesat dalam hal kerja sama kami yang semakin meluas dengan mitra Asia. Meningkatnya interaksi dibidang keamanan mencerminkan dua perubahan. Pertama, bahwa mitra kami di Asia semakin melihat ke Uni Eropa untuk hadir dan terlibat di wilayahnya. Kelebihan kami khususnya adalah pengalaman dalam kerja sama keamanan dan pendekatan kawasan di bidang pengelolaan krisis. Keahlian ini sangat dibutuhkan. Kedua, Uni Eropa sendiri telah mengambil langkah-langkah ambisius untuk memperkuat kapasitasnya di bidang pertahanan. Kami bukan hanya mitra dagang yang dapat diandalkan, bukan hanya pilar multilateralisme pula. Uni Eropa punya peran di bidang keamanan.

Uni Eropa saat ini memiliki 16 misi sipil dan militer di berbagai belahan dunia: kami melatih angkatan bersenjata di Mali; kami menjadi penasehat pihak berwenang Ukraina dan Irak untuk mereformasi sektor keamanan sipil mereka; dan kami melawan pembajak laut di Samudra Hindia. Baru-baru ini, bersama dengan Negara Anggota Uni Eropa, kami telah meluncurkan 'Kerjasama Terstruktur Permanen' atau PESCO (Permanent Structured Cooperation) di bidang keamanan dan pertahanan; kami menggabungkan kekuatan untuk menjadi penyedia keamanan yang lebih kredibel dan andal. Negara-negara Anggota kami telah berkomitmen untuk berinvestasi bersama dalam proyek-proyek praktis – dari tanggap cepat terhadap serangan cyber hingga sistem inovatif untuk keamanan maritim, maupun adanya pusat pelatihan Eropa untuk pasukan kami yang akan dikerahkan saat terjadi bencana alam. Saya juga telah mengusulkan untuk menyiapkan fasilitas pendanaan baru, di luar anggaran Uni Eropa, untuk membantu memperkuat kemampuan keamanan mitra-mitra kami.

Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya memiliki anggaran pertahanan terbesar kedua di dunia; oleh karenanya potensi kerjasama Eropa yang lebih besar dalam masalah pertahanan menjadi berarti. Kami telah mengambil langkah besar dan penting selama setahun terakhir, mencerminkan fakta bahwa warga Eropa serta warga lain di seluruh dunia semakin mengandalkan Uni Eropa sebagai pihak yang yang melindungi. Dan ini akan tetap dipertahankan.

Sejak keterlibatan kami untuk pertama kalinya yaitu untuk mengiringi proses perdamaian Aceh di Indonesia lima belas tahun yang lalu, kerja sama keamanan kami di Asia dan dengan Asia semakin besar: kami bekerja sama dalam bidang keamanan cyber, kontra-terorisme, non-proliferasi, serta mendukung proses perdamaian di berbagai wilayah Asia, dari Afghanistan ke Mindanao hingga ke Myanmar. Kami juga memperoleh kontribusi nyata dari beberapa mitra Asia untuk mengatasi pembajakan di lepas pantai Somalia. Dalam konteks Forum Regional ASEAN (ARF), kami bekerja sama dengan Vietnam dan Australia di bidang keamanan maritim. Kami juga telah meningkatkan hubungan militer dengan negara-negara di Asia, misalnya Ketua Komite Militer Uni Eropa telah melakukan diskusi antara lain dengan rekan-rekannya di Beijing, Islamabad, dan Seoul. Kami telah pula mengirim pakar keamanan ke beberapa kantor Delegasi Uni Eropa di seluruh Asia.

Mungkin yang saat ini paling mendesak bagi kerjasama keamanan antara Uni Eropa dengan Asia adalah masalah de-nuklirisasi. Kita sama-sama peduli untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran dan sama-sama mendukung pembahasana de-nuklirisasi di Semenanjung Korea. Inilah sebabnya mengapa Uni Eropa telah sepenuhnya terlibat dengan mitra Asia pada kedua masalah yang mendesak ini. Tiongkok adalah penandatangan Rencana Aksi Komprehensif Bersama, sementara itu Tiongkok memegang peran kunci bagi upaya global untuk mewujudkan de-nuklirisasi Semenanjung Korea secara menyeluruh, terverifikasi dan permanen. Demikian juga, semua – baik Jepang, Republik Korea, dan lainnya – memiliki andil besar dalam memastikan bahwa kesepakatan nuklir dengan Iran dipertahankan dan Semenanjung Korea berhasil de-nuklirisasi. Kita semua memiliki peran. Perdamaian global membutuhkan upaya global.

Sebagaimana ditekankan oleh para Menteri Luar Negeri Uni Eropa pada tanggal 28 Mei, kita perlu menjajaki bidang-bidang kerja sama baru. Uni Eropa akan memperluas kerja sama dengan mitra Asia di bidang peningkatan kapasitas, program pelatihan – termasuk dalam pemeliharaan perdamaian PBB - dan latihan bersama.

Setelah konflik berabad-abad yang mengoyak benua kami, Uni Eropa menyadari kerja sama itu penting untuk perdamaian, dan perdamaian akan membawa kemakmuran. Namun dewasa ini, naluri unilateral sering kali mengalahkan upaya mencari landasan bersama. Terlalu banyak pihak mencari konfrontasi untuk mencapai tujuan jangka pendek mereka, daripada membangun solusi berkelanjutan melalui mediasi. Atas latar belakang ini, maka kita yang percaya pada tatanan global multilateral memiliki kepentingan dan kewajiban untuk bersatu. Eropa dan Asia, bersama-sama, dapat menjadi pendorong suatu pendekatan yang lebih kooperatif bagi politik dunia.

 

Editorial Sections: