Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam

Arahan Energi Terbarukan Uni Eropa dan dampaknya terhadap Minyak Sawit

Jakarta, 24/04/2018 - 00:00, UNIQUE ID: 180118_1
Factsheets

Pada tanggal 17 Januari 2018, Parlemen Eropa melakukan pemungutan suara tentang perubahan Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive atau RED). Pemungutan suara oleh Parlemen Eropa tidak berarti bahwa Uni Eropa telah mengadopsi sebuah keputusan yang bersifat final. Pemungutan suara merupakan salah satu langkah dalam prosedur legislatif yang kompleks.

Pada tanggal 17 Januari 2018, Parlemen Eropa melakukan pemungutan suara tentang perubahan Arahan Energi Terbarukan (Renewable Energy Directive atau RED).

Parlemen Eropa mengupayakan agar mulai tahun 2021 kontribusi bahan bakar nabati (BBN atau biofuel) dan cairan nabati (bioliquid) yang dihasilkan dari minyak sawit menjadi nihil dalam perhitungan konsumsi energi bruto dari sumber energi terbarukan di Negara-negara Anggota Uni Eropa.

 

“Pemungutan suara di Parlemen Eropa merupakan salah satu langkah dalam prosedur legislatif yang bersifat kompleks. Pemungutan suara tersebut bertujuan untuk menggantikan secara progresif bahan bakar nabati (BBN) berbasis pangan dengan BBN generasi baru untuk mengukur kemajuan menuju pencapaian target energi terbarukan domestik kami.

Parlemen Eropa telah menentukan bahwa minyak sawit berdampak besar terhadap emisi rumah kaca. Akan tetap diupayakan untuk mencapai kesepakatan yang bersifat non-diskriminatif terhadap berbagai jenis BBN, sebagaimana yang disusulkan oleh Komisi Eropa dan didukung oleh Dewan Menteri Uni Eropa.

Pemungutan suara di Parlemen Eropa tidak merupakan sikap Uni Eropa yang final. Pasar Uni Eropa tetap terbuka terhadap minyak sawit sebagaimana terbukti dari peningkatan perdagangan bilateral kita sebesar lebih dari 30% di tahun 2017."

Vincent Guérend
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia

 

Untuk info lebih lanjut, harap akses lembar fakta:

(diperbarui 24 April 2018)

 

ENGLISH VERSION

 

VERSI BAHASA INDONESIA

 

 

 

 

 

Languages:
Bagian Editorial: