Delegation of the European Union
to Indonesia and Brunei Darussalam

Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) 2017 digelar di Yogyakarta

Yogyakarta, 01/11/2017 - 08:33, UNIQUE ID: 171101_4
Press releases

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Guérend bersama dengan Dr Ir Didik Purwadi, M.Ec, Asisten Keistimewaan, Sekretariat Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta yang mewakili Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, meresmikan pembukaan Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) hari ini (1/11) di Yogyakarta.

Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) 2017 digelar di Yogyakarta

 

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Bapak Vincent Guérend bersama dengan Dr Ir Didik Purwadi, M.Ec, Asisten Keistimewaan, Sekretariat Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta yang mewakili Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, meresmikan pembukaan Pameran Pendidikan Tinggi Eropa (EHEF) hari ini (1/11) di Yogyakarta.

EHEF, yang untuk ke-3 kalinya diselenggarakan di Yogyakarta, menghadirkan 87 institusi pendidikan tinggi dari 11 negara Eropa. EHEF di Yogyakarta diselenggarakan pada tanggal 1 November 2017 di Jogja Expo Center (JEC). EHEF 2017 juga berlangsung di Jakarta untuk ke-9 kalinya dan akan diikuti oleh EHEF di Palembang pada tanggal 7 November 2017.

Benua Eropa menjadi tujuan belajar yang semakin populer di kalangan pelajar Indonesia. EHEF diselenggarakan untuk menanggapi meningkatnya minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Eropa. Siswa Indonesia yang berangkat ke Eropa pada akhir 2016 berjumlah 6.300, tiga kali lebih tinggi disbanding tahun 2011. Secara keseluruhan, lebih dari 11.000 pelajar dan ilmuwan Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Eropa.

"Tahun ini Uni Eropa memperingati 30 tahun dilaksanakannya Program Erasmus. Setiap tahunnya, sekitar 1.600 beasiswa diberikan kepada para siswa dan dosen dari Indonesia melalui program beasiswa Erasmus+ dan beasiswa lain dari negara-negara anggota Uni Eropa. Sebaliknya, melalui Program Erasmus+, setiap tahun lebih dari 150 siswa dan dosen dari Eropa datang ke universitas di Indonesia untuk mengikuti perkuliahan dan pelatihan sebagai bagian dari program pertukaran jangka pendek bagi pelajar dan dosen," kata Duta Besar Guérend.

"Menempuh pendidikan di luar negeri bukan sekedar memperoleh kualifikasi akademis. Studi di luar negeri memberikan kesempatan bagi para siswa menemukan jati diri mereka, mengembangkan kemandirian serta mengenal budaya baru. Dengan mendapatkan gelar sarjana di Uni Eropa, siswa dapat memperoleh kualifikasi akademis yang diakui secara internasional. Mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu mereka dalam menghadapi peluang dan tantangan dalam era globalisasi serta perkembangan teknologi guna berkontribusi pada reformasi di negaranya," tambah Duta Besar Guérend.

EHEF 2017 memberikan kesempatan yang sangat baik bagi para siswa di Indonesia untuk dapat berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas-universitas Eropa, konsultasi tentang biaya kuliah atau peluang beasiswa yang diberikan oleh Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia dan terinspirasi dengan program studi dan kehidupan di universitas. Dalam pameran ini, para peserta pameran akan memberikan presentasi sepanjang hari.

 

Info lebih lanjut tentang EHEF: http://ehef.id/about-us

Languages:
Editorial Sections: