Delegation of the European Union
to Indonesia and Brunei Darussalam

Ekonomi digital, lahan baru untuk UKM

Jakarta, 11/10/2017 - 15:08, UNIQUE ID: 171011_15
Op-Eds

My visit to Jakarta on 11-13 October, takes place in the context of European economic diplomacy and is meant to enhance EU-Indonesia relations. Indonesia is increasing its status as a global player and is a significant member of the ASEAN regional cooperation.

Artikel opini ini terbit tanggal 11 Oktober 2017 di koran Investor Daily

 

Ekonomi digital, lahan baru untuk UKM

 

Oleh Elzbieta Bienkowska

Komisioner Uni Eropa untuk Pasar Internal, Perindustrian, Kewirausahaan dan UKM

 

Kunjungan saya ke Jakarta pada tanggal 11-13 Oktober berlangsung dalam konteks diplomasi ekonomi Eropa dan bertujuan untuk meningkatkan hubungan Uni Eropa dengan Indonesia. Indonesia semakin meningkatkan statusnya sebagai pemain global dan merupakan anggota penting dari kerjasama regional ASEAN. Indonesia telah menunjukkan tingkat pertumbuhan yang luar biasa dan perekonomian Indonesia dengan Uni Eropa bersifat saling melengkapi sehingga menjadikan kita mitra alami. Oleh karena itu saya yakin bahwa kita memiliki dasar kuat untuk suatu kemitraan antara Eropa dan Indonesia.

Selama kunjungan, saya akan bertemu Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Pertemuan ini merupakan kesempatan untuk mendiskusikan pentingnya reformasi ekonomi dan perlunya kebijakan industri modern. Bulan lalu Komisi Eropa mempresentasikan strategi kebijakan industri baru untuk mendukung Eropa yang kuat secara global dalam hal inovasi, digitalisasi dan dekarbonisasi. Tujuan dari kebijakan industri ini adalah memodernisasi perindustrian Eropa sementara menjadi mitra yang adil untuk modernisasi dalam rantai pasokan global. Saya tahu betul bahwa kebijakan usaha kecil dan menengah (UKM) adalah jantung dari perekonomian kita masing-masing. Bagi Indonesia dan Uni Eropa, UKM mewakili lebih dari 99% perusahaan-perusahaan yang ada. Itulah sebabnya kita bisa saling belajar dari pengalaman kita masing-masing dalam memberikan dukungan pada penciptaan lingkungan bisnis yang lebih baik bagi mereka, yang pada akhirnya akan menghasilkan lebih banyak lahan kerja dan pertumbuhan yang lebih tinggi. Pentingnya UKM untuk pengembangan hubungan ekonomi kita tercermin pula dalam negosiasi bilateral untuk Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Indonesia-UE CEPA) yang akan mencakup ketentuan untuk memungkinkan UKM memperoleh manfaat penuh dari kesepakatan tersebut.

Sebagai Komisioner Uni Eropa yang bertanggung jawab atas kebijakan pasar internal, perindustrian, kewiraswastaan dan UKM di Eropa, salah satu inisiatif utama saya berorientasi pada perluasan ekonomi digital. Di antara upaya yang dikembangkan oleh Uni Eropa untuk terus memperbaiki dan memodernisasi Pasar Tunggal – yaitu yang terdiri 500 juta konsumen dan 21 juta UKM – adalah strategi 'Pasar Tunggal Digital untuk Eropa' (Digital Single Market for Europe). Strategi komprehensif ini bertujuan untuk membuka peluang digital bagi individu dan bisnis. Ini akan menjadikan Eropa sebagai mitra digital yang baik di dunia global karena akan menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih adil, transparan dan lebih kompetitif, di mana semua perusahaan tunduk pada peraturan perlindungan data dan peraturan konsumen yang sama.

Dengan 338 juta pelanggan telekomunikasi seluler pada akhir tahun 2015 – dan 98% di antaranya berlangganan paket prabayar – Indonesia adalah pasar telekomunikasi bergerak (mobile) terbesar keempat di dunia. Pasar diperkirakan akan terus tumbuh di masa depan. Indonesia juga merupakan salah satu pasar internet terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 88,1 juta pengguna internet aktif pada bulan Januari 2016. Dengan kata lain, tingkat penetrasi internet di Indonesia mencapai sekitar 34%. Terlepas dari pertumbuhan yang semakin meningkat, Indonesia terus menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dan ekonomi digitalnya. Karena tersebar di lebih dari 17.000 pulau – sekitar 3.000 di antaranya dihuni - geografi Indonesia menyajikan berbagai tantangan unik bagi pemasangan dan pengoperasian infrastruktur komunikasi. Dalam menjawab tantangan ini, perusahaan-perusahaan Uni Eropa siap bekerja sama. Ada banyak bidang yang merupakan kepentingan bersama. Dalam konteks inilah saya akan bertukar pandangan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta.

Akhirnya, saya perlu menggarisbawahi pentingnya bagi kami bahwa Jakarta menjadi markas Sekretariat ASEAN. Integrasi regional dengan Membangun Konektivitas penting bagi kedua wilayah kita. Eropa terus memberikan dukungan terhadap proses integrasi regional ASEAN secara politis, finansial dan dengan berbagi pengalaman seperti yang akan saya sampaikan saat kunjungan saya ke Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh.

 

 

Languages:
Editorial Sections: