Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam

Tim Eropa memobilisasi € 783 juta untuk infrastruktur hijau guna mendorong pemulihan ekonomi di ASEAN

Jakarta, 02/11/2021 - 14:30, UNIQUE ID: 211102_28
Press releases

Hari ini, pada KTT Perubahan Iklim ke-26 (COP26) di Glasgow, Direktur Jenderal Kemitraan Internasional dari Komisi Eropa, Koen Doens, menyoroti peran penting program-program seperti Fasilitas Finansial Hijau Katalitik ASEAN (ACGF) dalam mengiringi pemulihan hijau di Asia Tenggara.

Tim Eropa memobilisasi € 783 juta untuk infrastruktur hijau guna mendorong pemulihan ekonomi di ASEAN


Hari ini, pada KTT Perubahan Iklim ke-26 (COP26) di Glasgow, Direktur Jenderal Kemitraan Internasional dari Komisi Eropa, Koen Doens, menyoroti peran penting program-program seperti Fasilitas Finansial Hijau Katalitik ASEAN (ACGF) dalam mengiringi pemulihan hijau di Asia Tenggara.

Fasilitas ini, yang dibentuk oleh Dana Infrastruktur ASEAN dan dikelola oleh Bank Pembanguan Asia (ADB), akan menerima kontribusi Uni Eropa sebesar € 50 juta. Dengan komitmen dari Bank Investasi Eropa, Kreditanstalt für Wiederaufbau dari Jerman, Agence Française de Développement, dan pemberi pinjaman negara Italia Cassa Depositi e Prestiti, total kontribusi Tim Eropa untuk ACGF sekarang mencapai € 783 juta.

Dukungan dari mitra pembangunan untuk ACGF ini diharapkan dapat memobilisasi € 7 miliar untuk proyek infrastruktur rendah karbon dan tahan iklim di Asia Tenggara, mempercepat pemulihan kawasan dari pandemi virus corona. Sampai saat ini, komitmen mitra pembiayaan bersama untuk ACGF telah mencapai € 1,7 miliar (US$ 2 miliar).

“Dalam konteks planet yang memanas dengan cepat, kita sangat perlu memikirkan kembali pendekatan kita terhadap pembangunan infrastruktur. Fasilitas Finansial Hijau Katalitik ASEAN akan membantu negara-negara ASEAN membangun ekonomi yang lebih hijau, lebih adil dan lebih berkelanjutan. Saya sambut baik bahwa Tim Eropa dapat berkontribusi dalam upaya ini,” kata Koen Doens, Direktur Jenderal Kemitraan Internasional dari Komisi Eropa.

Negara-negara di kawasan ASEAN, yang termasuk paling rentan di dunia terhadap dampak perubahan iklim, sedang menangani dampak ekonomi dan sosial dari pandemi virus corona. Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya berkomitmen untuk mendukung pemulihan pascapandemi di ASEAN secara inklusif dan ramah lingkungan.

Kontribusi terhadap ACGF merupakan bagian dari kerjasama Uni Eropa dan ASEAN tentang lingkungan dan perubahan iklim di bawah Kemitraan Strategis, disamping finansial berkelanjutan, termasuk keanekaragaman hayati; tata kelola hutan, hukum dan perdagangan; pemanfaatan berkelanjutan lahan gambut dan mitigasi kabut asap; respon darurat; dan kota pintar.

 

Languages:

Pembuat