Delegation of the European Union to Argentina

Uni Eropa dan UN Women menyerukan untuk mendorong kemajuan dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan

Jakarta, 25/11/2019 - 14:04, UNIQUE ID: 191125_15
Press releases

Untuk memulai 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, kampanye global yang berlangsung setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember, Uni Eropa (EU) bersama dengan UN Women menyelenggarakan pada tanggal 25/11 di Jakarta diskusi publik yang menyoroti hak-hak perempuan untuk hidup bebas dari segala bentuk kekerasan dan bagaimana setiap orang dapat berkontribusi untuk menciptakan dunia yang setara dan bebas kekerasan.

Uni Eropa dan UN Women menyerukan untuk mendorong kemajuan dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan

 

Untuk memulai 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, kampanye global yang berlangsung setiap tanggal 25 November hingga 10 Desember, Uni Eropa (EU) bersama dengan UN Women menyelenggarakan pada tanggal 25/11 di Jakarta diskusi publik yang menyoroti hak-hak perempuan untuk hidup bebas dari segala bentuk kekerasan dan bagaimana setiap orang dapat berkontribusi untuk menciptakan dunia yang setara dan bebas kekerasan.

 

Diskusi publik “Bersama Kita Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan” berfokus pada tantangan dalam pencegahan dan dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, membahas ketidaksetaraan dan norma-norma sosial yang diskriminatif yang berdampak negatif pada perempuan, serta bagaimana melibatkan laki-laki dalam mendukung kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Pembicara dalam diskusi antara lain, aktris Velove Vexia; Budi Wahyuni dari Komnas Perempuan; dan Bagia Saputra dari Aliansi Laki Laki Baru.

 

"Ketika kita memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Internasional, kita katakan sekali lagi: ini harus dihentikan sekarang. Kekerasan terhadap perempuan tetap menjadi salah satu pelanggaran hak asasi manusia yang paling luas, persisten dan menghancurkan di dunia kita saat ini. Sering kali tidak dilaporkan karena stigma dan rasa malu yang mengelilinginya, dan impunitas dinikmati oleh banyak pelakunya. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk secara terbuka menolak tindakan kekerasan atau pelecehan," kata Bapak Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia.

 

“Perempuan dan anak perempuan terus mengalami kekerasan di hampir setiap ruang kehidupan mereka, di rumah, di jalan, di sekolah, maupun di tempat kerja, terlepas dari tingkat pendidikan, status sosial atau usia mereka. Kekerasan terhadap perempuan bisa dicegah. Oleh karena itu, setiap orang memiliki peran dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan. Kampanye Perserikatan Bangsa Bangsa menekankan akan partisipasi semua orang, perempuan, anak perempuan, laki-laki, dan anak laki-laki untuk bersuara dan menghentikan normalisasi kekerasan terhadap perempuan, serta mengubah norma sosial dan stereotip negatif yang menghambat perempuan dan anak perempuan untuk mewujudkan hak-hak mereka,” tambah Jamshed Kazi, UN Women Representative and Liaison to ASEAN.

 

Aktris Velove Vexia yang berpartisipasi dalam diskusi turut melihat pentingnya peran masyarakat untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. “Saya yakin, setiap perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Saya sudah, dan akan terus berupaya melanjutkan peran perubahan tersebut demi terciptanya dunia yang lebih baik untuk perempuan dan anak perempuan. Saya berharap semakin banyak anak muda yg berani untuk membuat perubahan, karena aksi sekecil apapun akan memiliki makna,” ucap Velove.

 

Uni Eropa dan UN Women telah lama bermitra untuk menghentikan segala bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk melalui inisiatif HeForShe. Pada kesempatan ini, Duta Besar Uni Eropa dan Duta Besar Negara-negara Anggota Uni Eropa juga mengambil bagian dalam pernyataan HeForShe, untuk menegaskan kembali komitmen mereka dalam upaya meningkatkan kesadaran untuk turut serta melibatkan laki-laki dan anak laki-laki untuk mengakhiri segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

 

Pada acara yang sama, Uni Eropa juga menampilkan karya dari 12 finalis Kompetisi Gambar Komik dan Kartun "Think Equal, Think Girls”. Kompetisi nasional yang bertujuan mendorong kaum muda untuk mempromosikan hak-hak anak perempuan. Kompetisi ini dimenangkan oleh Amy Rahmadhita dari Bandung (Pemenang Hadiah Pertama), diikuti oleh Rama Indra Pradana dari Cimahi (Pemenang Hadiah Kedua) dan Leni Kamilia Nuraini dari Bandung (Pemenang Hadiah Ketiga).

 

###

 

Mengenai Mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perempuan

Di seluruh dunia, 1 dari 3 perempuan pernah mengalami kekerasan dalam hidupnya. Di Indonesia, perempuan mengalami kekerasan di ruang privat maupun publik. Menurut CATAHU Komnas Perempuan di 2018, terdapat 406.178 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan. Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan berakar pada diskriminasi, stereotip, dan norma sosial berbasis gender yang melanggengkan kekerasan. Mendorong laki-laki dan anak laki-laki untuk menjadi pembuat perubahan dalam mencapai kesetaraan gender, membantu meningkatkan kemajuan dalam mencegah dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

 

Mengenai HeForShe

Diinisiasi oleh UN Women, HeForShe adalah gerakan solidaritas untuk kesetaraan gender yang menggunakan pendekatan sistematis dan platform dimana laki-laki dan anak laki-laki dapat terlibat sebagai agen perubahan dalam pencapaian kesetaraan gender. Sejak diluncurkan, HeForShe telah menggandeng ratusan ribu laki-laki di seluruh dunia - termasuk Presiden Joko Widodo sebagai HeForShe Champion, para CEO dan advokat global dari semua lapisan masyarakat untuk memajukan kesetaraan gender.

http://www.heforshe.org

 

Mengenai Uni Eropa

Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik yang unik antara 28 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pengembangan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.

www.eeas.europa.eu/indonesia

 

Mengenai UN Women

UN Women merupakan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berdedikasi untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Upaya UN Women didasarkan pada keyakinan dasar bahwa setiap perempuan berhak menjalani hidup yang bebas dari kekerasan, kemiskinan, dan diskriminasi, dan bahwa kesetaraan gender merupakan prasyarat dalam tercapainya pembangunan global.

www.indonesia.unwomen.org

 

#HeForShe #16Days #orangetheworld

 

Languages:
Bagian Editorial: