HAM dan Kepercayaan dalam Sorotan: Indonesia dan Uni Eropa mengkaji peranan agama dalam pemenuhan hak-hak (24/10/2011)

Jakarta, 24 Oktober 2011
Ref: D(2011)2142 ID

Hak Asasi Manusia dan Kepercayaan dalam Sorotan: Indonesia dan Uni Eropa mengkaji peranan agama dalam pemenuhan hak-hak

Uni Eropa, bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama (NU), akan menyelenggarakan konferensi dua hari bertajuk Hak Asasi Manusia (HAM) dan Kepercayaan dalam Sorotan di Hotel JW Marriott Jakarta dari tanggal 24 hingga 25 Oktober 2011.

Konferensi ini akan dihadiri oleh 150 perwakilan dari masyarakat madani, pemerintah dan misi diplomatik baik dari Indonesia maupun Uni Eropa, dan bertujuan untuk menghasilkan berbagai rekomendasi sebagai masukan untuk pertemuan Dialog HAM Uni Eropa dan Indonesia mendatang yaitu pada tahun 2012. Dasar dari konferensi ini adalah komitmen bersama mengenai HAM sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama Uni Eropa dan Indonesia tahun 2009. Konferensi ini akan mengkaji kontribusi yang diberikan oleh organisasi-organisasi keagamaan dalam pemenuhan HAM dan tantangan yang dihadapi untuk keseimbangan antara penghargaan terhadap kebebasan beragama dengan hak-hak asasi lainnya, termasuk kebebasan menyampaikan pendapat. Dengan adanya berbagai kejadian di Uni Eropa dan Indonesia, konferensi ini juga akan mengkaji bagaimana hak minoritas dapat lebih mendapat perlindungan. Peserta konferensi akan berkunjung pula ke pesantren.

Konferensi ini akan menghadirkan pembicara: Prof. Dr Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), Prof. Dr Siti Musdah Mulia (Konferensi Indonesia untuk Agama dan Perdamaian), Yenni Wahid (The Wahid Institute), Dr Justo Lacunza Balda (Direktur Lembaga Pontifisial untuk Studi Arab dan Islam), Maqsood Ahmed, OBE (Penasihat Senior Pemerintah Inggris urusan Komunitas Beragama), Ulil Abshar Abdalla (Freedom Institute), Dr Theodor Rathgeber (Forum Jerman urusan HAM dari Universitas Kassel), Prof. Dr Franz Magnis Suseno (STF Driyarkara), Dr Irmgard Marboe (Universitas Vienna) dan Indri Saptaningrum (ELSAM).

Bapak Julian Wilson, Duta Besar/ Kepala Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN mengatakan: "Konferensi ini merupakan kesempatan yang tepat untuk mengkaji tema yang kompleks dan penting, yaitu hubungan antara keyakinan beragama dan HAM. Walau pluralisme keagamaan di Indonesia dan Uni Eropa mendapat perlindungan, kita perlu memberi perhatian pada tantangan yang dihadapi dalam memastikan bahwa semua kepercayaan dapat berlangsung tanpa rasa takut dan tanpa diskriminasi, dan bagaimana suatu ketentuan keagamaan dapat selaras dengan ketentuan HAM secara umum."


Untuk info lebih lanjut, hubungi: Charles Whiteley, Kepala Bagian Politik, Pers dan Informasi dari Delegasi Uni Eropa (charles.whiteley@eeas.europa.eu, mobile: +62 811 850 0835).